# /home/ppni/digilib2/lib/SearchEngine/SearchBiblioEngine.php:685^ "Engine ⚙️ : SLiMS\SearchEngine\SearchBiblioEngine"
^ "SQL ⚒️"
^ array:2 [ "count" => "select count(sb.biblio_id) from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and (sb.call_number LIKE :callnumber)" "query" => "select sb.biblio_id, sb.title, sb.author, sb.topic, sb.image, sb.isbn_issn, sb.publisher, sb.publish_place, sb.publish_year, sb.labels, sb.input_date, sb.edition, sb.collation, sb.series_title, sb.call_number from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and (sb.call_number LIKE :callnumber) order by sb.last_update desc limit 20 offset 340" ]
^ "Bind Value ⚒️"
^ array:1 [ ":callnumber" => "6%" ]
Kesempurnaan bagi wanita tidak pernah didapat dengan mudah. Wanita punya banyak versi. Wanita di mata media, di mata sosial masyarakat, di mata agama, atau bahkan wanita di mata keluarga bisa memiliki versi yang berbeda. Versi yang berbeda akan menciptakan perlakuan yang berbeda pula. Pelakor. Matre. Kuliah tinggi tapi cuma jadi ibu rumah tangga. Banyak label yang disematkan untuk wanita…